Kejagung Sebut Tuntutan Bharada E 12 Tahun Penjara Lebih Ringan? Ferdy Sambo Seumur Hidup

- 19 Januari 2023, 14:39 WIB
Terdakwa Richard Eliezer.
Terdakwa Richard Eliezer. /Antara/Asprilla Dwi Adha/

KENDARI KITA - Sidang tuntutan Jaksa kepada para terdakwa pembunuhan Brigadir J telah usai digelar.

Diketahui, dalam kasus pembunuhan tersebut melibatkan Ferdy Sambo, Richard Eliezer, Ricky Rizal, Putri Candrawathi, dan Kuat Ma'ruf.

Untuk Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf dituntut Jaksa Penuntut Umum pidana penjara selama 8 tahun.

Baca Juga: Bharada E Jadi Tersangka Penembak Brigadir J, Kapolri: Ada Yang Menyuruh?

Sementara Ferdy Sambo dituntut pidana penjara seumur hidup, dan Richard Eliezer selama 12 tahun.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana menilai untuk Eliezer lebih ringan dibanding Ferdy Sambo.

Sumedana pun menjelaskan alasan pertimbangan Richard dituntut jauh lebih ringan dari Ferdy Sambo.

Baca Juga: Berikut Ini Profil dan Biodata Lengkap Bharada E, Tersangka Penembakan Brigadir

"Rekomendasi LPSK terhadap Eliezer untuk mendapatkan JC telah terakomodir dalam surat tuntutan," ungkap Sumadena dikutip di PMJ News pada Kamis, 19 Januari 2023.

"Sehingga terdakwa mendapat tuntutan pidana jauh lebih ringan dari Ferdy Sambo sebagai pelaku intellectual dader," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Sumadena menilai Richard alias Bharada E merupakan anak buah yang taat kepada atasan.

Baca Juga: Bharada E Ditetapkan Tersangka, Kapolri Minta Timsus Selidiki Lebih Dalam Fakta Tewas Nya Brigadir J

Saking taatnya, kata dia, sampai mau untuk melaksanakan perintah yang salah.

Dia juga menilai Bharada merupakan eksekutor dalam pembunuhan berencana yang diotaki Sambo.

"Sehingga pembunuhan berencana tersebut terlaksana dengan sempurna," jelasnya.

Sumadena juga menegaskan bahwa Richard bukan penguat fakta hukum, tetapi pelaku utama pembunuhan Yosua.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Ferdy Sambo Dituntut Hukuman Pidana Penjara Seumur Hidup Oleh Jaksa

Menurut dia, keluarga Yosua yang menjadi penguat fakta hukum pertama dalam kasus ini.

"Itu yang jadi bahan pertimbangan, jadi beliau pelaku utama sehingga tidak dapat dipertimbangkan sebagai yang harus mendapatkan JC," imbuh Sumadena.***

Editor: Muh. Rifky Syaiful Rasyid

Sumber: PMJ News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x