Inilah Ancaman bagi Orang yang Memutus Silaturrahim, Ustadz Khalid Basalamah: Larangan yang Sangat Tegas

- 21 April 2024, 18:01 WIB
Apakah tradisi maaf-maafan menjelang Ramadhan diperbolehkan ? Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan
Apakah tradisi maaf-maafan menjelang Ramadhan diperbolehkan ? Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan /Instagram @khalidbasalamahofficial

Kata Ustadz Khalid Basalamah, kita tetap tidak diperbilehkan untuk memutus silaturrahim secara langsung ataupun tidak langsung karena kita dituntut untuk tetap menjalin silaturahmi dengan orang-orang yang ada disekeliling kita.

Ustadz Khalid Basalamah ia menerangkan bahwa ancaman bagi orang yang memutus silaturrahim ini berat, karena memang haram hukumnya.

Baca Juga: Semarak Hari Kemerdekaan Indonesia, Pelajar SD dan TK Meriahkan Lomba yang Digelar Polres Konawe

"Bahwa Rasulullah SAW bersabda, tidak akan masuk surga seorang pemutus. Yaitu pemutus tali kekerabatan," kata Ustadz Khalid Basalamah.

Beliau mengatakan, bahwa kita tahu hadist larangan yang hukumnya makruh atau haram dari adanya ancaman yang telah disampaikan.

"Kalau misal masalah makan dan minum berdiri, kata Nabi SAW janganlah kalian makan dan minum sambil berdiri," terang Ustadz Khalid Basalamah.

"Tidak ada ancaman, nggak ada kena laknat, murka Allah, azab kubur, nggak ada ancaman, berarti ini hukumnya makruh," ujar beliau.

Baca Juga: Bisnis Langsung Berkembang Hingga Puncak Kesuksesan, Hoki 4 Ramalan Shio Hari Ini Meledak

Makruh yang artinya jika dikerjakan tidak mendapat dosa dan kalau ditinggalkan mendapat pahala. Sedangkan hadist tentang silaturrahim ini terdapat ancaman di dalamnya.

Berarti kita dapat simpulkan bahwa memutuskan silaturahmi memang haram hukumnya, dan jika dilakukan mendapat dosa. Juga termasuk ancamannya adalah tidak akan masuk surga. ***

Halaman:

Editor: Mirkas

Sumber: Kendari Kita


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah