PT VDNI Kalah dalam Sengketa Tanah, Enggan Kosongkan Lahan, PN Unaaha Siapkan Eksekusi

- 15 Mei 2024, 18:05 WIB
PT VDNI Kalah dalam Sengketa Tanah, Enggan Kosongkan Lahan, PN Unaaha Siapkan Eksekusi
PT VDNI Kalah dalam Sengketa Tanah, Enggan Kosongkan Lahan, PN Unaaha Siapkan Eksekusi /Dok. Kendari Kita/Mirkas

KENDARI KITA - Mahkamah Agung (MA) telah menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Sultra dan Pengadilan Negeri (PN) Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dalam perkara sengketa tanah yang melibatkan PT Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI).

Putusan ini memenangkan warga yang diwakili oleh Ainun Indarsih bersaudara sebagai ahli waris atas tanah milik orang tua mereka.

Kuasa Hukum penggugat, Andri Dermawan, mengatakan, perkara ini dimulai sejak 2020, dengan puncaknya ketika Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) dari PT VDNI.

Baca Juga: Banjir dan Kerusakan Infrastruktur di Perumahan Bumi Praja Residence Picu Kekhawatiran Warga

“Jadi perkara ini sudah berkekuatan hukum tetap, setelah gugatan diajukan Ainun Indarsi bersaudara sebagai ahli waris melawan Virtu, dan akhirnya kita menang, Virtu dinyatakan kalah, dan harus menyerahkan lokasi sengketa kepada penggugat," ujar Kuasa Hukum penggugat, Andri Dermawan, Rabu 15 Mei 2024.

Andre menjelaskan, dalam amar putusan PN Unaaha, PT VDNI diperintahkan untuk segera mengosongkan lahan seluas 8 hektare, yang di atasnya terdapat beberapa bangunan termasuk jalan utama menuju ke Jetty PT VDNI.

Meskipun demikian, pihak PT VDNI enggan untuk mengosongkan lokasi tersebut.

Baca Juga: Mega Proyek 9 Triliun, Tender Bendungan Pelosika di Konawe Akan Dimulai Juni 2024

Andre menerangkan, dalam pelaksanaan aanmaning, terdapat negosiasi antara pemohon eksekusi dan VDNI terkait pembayaran sejumlah uang sebagai pengganti eksekusi riil, namun tidak tercapai kesepakatan sehingga proses eksekusi dilanjutkan sesuai prosedur.

"Pihak Virtu sudah dipanggil untuk mengosongkan lokasi, dan ada pembicaraan mengenai pembayaran sejumlah uang kalau tidak mau mengosongkan lokasi. Tetapi setelah delapan hari diberikan waktu, tidak ada kesepakatan, akhirnya proses eksekusi dilanjutkan," jelas Andri.

Halaman:

Editor: Emil Rusmawansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah