Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Terjaga di Tengah Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

- 29 Agustus 2022, 18:22 WIB
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. /tangkapan layar chanel youtube Bank Indonesia/

KENDARI KITA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan, bahwa di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi, stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga.

Perry Warjiyo mengatakan, nilai tukar rupiah pada 22 Agustus 2022 menguat sebesar 0,94 persen, meskipun terdepresiasi 0,37 persen, dibandingkan dengan akhir Juli 2022.

Menurutnya, perkembangan nilai tukar rupiah sejalan dengan kembali masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik, terjaganya pasokan valas domestik, serta persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca Juga: Apresiasi Program PNM, Bahtra Banong Berharap Pelaku UMKM Terus Didampingi dan Dibantu

"Dengan kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia, stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga," ungkap Perry Warjiyo, dilansir kendarikita.com dari chanel youtube Bank Indonesia, Selasa 23 Agustus 2022.

Dengan perkembangan ini, lanjutnya, nilai tukar Rupiah sampai dengan 22 Agustus 2022 terdepresiasi 4,27 persen, dibandingkan dengan level akhir 2021 yang relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya.

"Seperti India 6,92 persen, Malaysia 7,13 persen, dan Thailand 7,38 persen, " ujar Perry Warjiyo.

Baca Juga: PT Telkomsel Kembali Alihkan Kepemilikan 6000 Menara Komunikasi Kepada Mitratel

Ke depan, kata dia, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah, sesuai dengan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi.

Halaman:

Editor: Mirkas

Sumber: Youtube Bank Indonesia


Tags

Terkait

Terkini

x