Sejumlah Organisasi Mahasiswa Buteng Pertanyakan Soal Molornya Pencairan Beasiswa Samatau

- 2 September 2022, 22:32 WIB
Ilustrasi Beasiswa.
Ilustrasi Beasiswa. /

KENDARI KITA – Sejumlah organisasi paguyuban mahasiswa Kabubaten Buton Tengah (Buteng) angkat suara menanggapi persoalan molornya pencairan Beasiswa Samatau tahun 2022.

Ketua Solidaritas Mahasiswa Buteng Kolaka (SABANGKA) La Ndewa menyatakan tidak ada kejelasan informasi Beasiswa Samatau.

“Dalam hal ini tiga bulan kemudian setelah pendaftaran ditutup, beasiswa Samatau akan dicairkan. Tapi nyatanya sampai pada bulan September ini Beasiswa Samatau belum sama sekali dicairkan kepada para penerima beasiswa,” ungkap La Ndewa melalui keterangan persnya pada Jumat, 2 September 2022.

Baca Juga: Mahasiswi Polisikan Oknum Dosen, Dugaan Pelecehan Seksual Kembali Coreng Wajah Pendidikan di UHO Kendari

“Padahal program beasiswa tersebut digagas untuk mendorong kemajuan indeks pembangunan manusia (IPM) Buton Tengah. Apalagi kita tahu bersama sejak Buton Tengah dimekarkan, dari 17 Kabupaten/ Kota di Sulawesi Tenggara, IPM Buton Tengah selalu menduduki peringkat bawah,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Mawasangka Raya Kendari (HIPPMMAS RAYA-KDI), Muhammad Akbar Rizik Alani.

Menurut dia, alasan yang disampaikan Pemda dalam hal ini Kabag Kesra Buteng terkait molornya pencairan Beasiswa tersebut berubah-ubah.

Baca Juga: Tindaklanjuti Laporan Masyarakat, Jajaran Polres Muna Sidak Beberapa SPBU di Raha

“Beragam alasan dilontarkan Pemda Buteng melalui Kabag Kesra, yang membuat calon penerima beasiswa tersebut seolah-olah berharap pada ketidak pastian. Alasannya mulai dari penginputan data yang belum rampung hingga yang teranyar tidak masuk akal bagi kami adalah pertimbangan sisi manfaat,” ungkap Akbar, sapaannya.

Informasi terbaru dilansir dari beberapa media online, lanjut Akbar, keterangan Kabag Kesra Buteng bahwa dari 2000 mahasiswa terdaftar, jika anggaran dibagi sesuai yang termuat dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) terkesan tidak ada sisi manfaatnya, karena tiap mahasiswa hanya akan menerima Rp500.000. Sehingga solusinya digeser ke anggaran perubahan yang akan disalurkan triwulan IV Oktober 2022.

Halaman:

Editor: Muh. Rifky Syaiful Rasyid


Tags

Terkait

Terkini

x