Asmawa Tosepu Bertemu Itjen Kemendagri dan OPD, Bahas Tndak Lanjut Penyelenggaraan Pemerintahan Kota Kendari

- 18 November 2022, 18:24 WIB
Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu.
Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu. /Istimewa/

KENDARI KITA-Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, menghadiri pertemuan dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Itjen Kemendagri), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk camat dan  lurah di Ruang Pola Balai Kota Kendari, Jumat, 18 November 2022.

Pertemuan itu bertujuan membahas perencanaan dan pembenahan penyelenggaran pemerintahan Kota Kendari yang saat ini diamanahkan kepada Asmawa Tosepu.

Baca Juga: KADIN Sultra Distribusikan 47 Ton Beras Kolaka Di Wilayah Indonesia

Pertemuan itu dimulai dengan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) pengelolaan keuangan, pengelolaan barang milik daerah (BMD), dan pengelolaan aparatur sipil negara (ASN).

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan, bahwa ada beberapa hal yang menjadi temuan dan rekomendasi Auditor Itjen yang harus segara ditindaklanjuti, mulai dari manajemen dan perbaikan pengelolaan keuangan, tindak lanjut pengelolaan BMD, pengelolaan aset negara, baik itu tanah, kendaraan dan hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan lainnya.

Baca Juga: 2 Orang Pelaku Pembusuran Berhasil Diringkus Tim Buser77 Polresta Kendari

"Kalau pengelolaan ASN terdapat beberapa pejabat yang sudah menduduki jabatan tapi belum melewati pendidikan. Itu harus segera kita tindak lanjuti dengan pejabat-pejabat tersebut dan harus di sekolahkan biar kualifikasinya setingkat dengan jabatan yang di duduki," kata Asmawa.

Asmawa Tosepu menambahkan bahwa pertemuan itu akan ditindaklanjuti dengan perbaikan-perbaikan, termasuk menindaklanjuti temuan yang merugikan negara, dan melakukan pembenahan-pembenahan di zona pemerintahannya.

Baca Juga: Honda WR-V Mengaspal di Kendari, Dapatkan Berbagai Promo Menarik

"Selanjutnya inspektur bersama jajarannya akan menindaklanjuti beberapa temuan, karena ini sifatnya perbaikan saja, bukan temuan yang merugikan negara seperti yang belum sekolah disekolahkan. Kalau kendaraan atau aset tanah yang masih dalam proses sertifikat di percepat proses sertifikasinya," katanya.

Halaman:

Editor: Mirkas


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x