Cerita Nenek Halima: Tanahnya Digusur Pemkot Kendari, Biaya Ganti Rugi Diduga Dibawa Kabur Mafia Tanah

- 17 November 2022, 12:19 WIB
Halima (64), pemilik lahan sekaligus korban penipuan mafia tanah yang menyeret nama anak angkatnya sendiri, M. Ridwan.
Halima (64), pemilik lahan sekaligus korban penipuan mafia tanah yang menyeret nama anak angkatnya sendiri, M. Ridwan. /Istimewa/
KENDARI KITA-Proyek pembebasan lahan inner ring road alias pembangunan jalan di Kota Kendari menyisakan cerita pilu dari salah satu pemilik lahan.
 
Ia adalah Halima (64), pemilik lahan sekaligus korban penipuan mafia tanah yang menyeret nama anak angkatnya sendiri, M. Ridwan.
 
 
Kepada awak media, Halima menceritakan kronologi penggusuran lahannya yang berada di kawasan Gang Belibis dan Lorong Lumba-lumba, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Provinsi Sultra.
 
Nenek Halima mengungkapkan, lahan miliknya yang digusur untuk proyek inner ring road terdiri atas dua objek, yakni lahan seluas 20x30 meter dan 35x35 meter.
 
 
Ia mengaku kaget penggusuran oleh Pemkot Kendari tiba-tiba dilakukan, padahal biaya ganti rugi lahan belum ia dapatkan.
 
Nenek Halima lalu curiga bahwa biaya ganti rugi tersebut diterima oleh pihak lain. Kecurigaan Nenek Halimah tertuju ke M. Ridwan.
 
 
Kecurigaan nenek Halimah bukan tanpa sebab. Selama ini, menurut Halimah, ia selalu mempercayakan M. Ridwan untuk mengurusi proses pembebasan lahan itu.
 
Selain karena tak tahu baca tulis, Halimah mempercayakan kepada M. Ridwan segala proses pembebasan lahan lantaran M. Ridwan sudah dianggap sebagai anak sendiri.
 
 
"Mungkin dia (M. Ridwan, red) yang menerima biaya ganti rugi lahan itu. Karena selama ini dia yang saya percayakan untuk mengurus proses pembebasan lahan saya," ujar Nenek Halima, Rabu 16 November 2022. 
 
"Saya tidak sangka, dia akan melakukan (dugaan penipuan) itu kepada saya," imbuh Halima.
 
 
Dari keterangan Nenek Halima, Ridwan membuat surat pengalihan penguasaan atas sebidang tanah masing-masing seluas 20x30 meter dan 35x35 meter, sehingga biaya ganti rugi lahan miliknya itu dikirim melalui rekening M. Ridwan. 
 
Parahnya lagi, menurut Halima, aksi M. Ridwan itu turut melibatkan oknum pegawai lurah dan mantan Lurah Kambu. 
 
 
Sementara itu, M. Ridwan yang dikonfirmasi via WhatsApp tak memberikan jawaban terkait dugaan penipuan yang dilakukannya terhadap Nenek Halima. 
 
Begitu pula saat hendak dikonfrontir awak media via telepon, M. Ridwan juga mengabaikan panggilan.
 
 
 
 
 

Editor: Mirkas


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x