Penjelasan Psikolog Klinis Soal Kecemasan dan Stres yang Menular

- 19 Februari 2023, 20:44 WIB
Ilustrasi-Anxiety atau kecemasan.
Ilustrasi-Anxiety atau kecemasan. /Pixabay.com/WOKANDAPIX / 1263 images/

KENDARI KITA-Manusia adalah makhluk yang rentan terhadap pengaruh eksternal. baik anomali cuaca maupun tekanan di lingkungan sosial, hal-hal seperti itu dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental manusia.

Belakangan ini gangguan kecemasan mengemuka di ruang diskusi pakar kesehatan mental.

Carla Marie Manly, PhD, seorang psikolog klinis di Santa Rosa, California, mengemukakan pendapatnya bahwa "terlalu mudah bagi manusia untuk 'menangkap' emosi."

Baca Juga: Ramalan Zodiak 19 Februari 2023: Dedikasi dan Kerja Keras Membuat Aries Kewalahan secara Emosional

Sel-sel otak khusus yang disebut neuron cermin mungkin berperan dalam kecenderungan kita menyerap kecemasan dari sumber eksternal.

Neuron cermin 'menyala' tidak hanya saat kita bertindak tetapi juga saat kita menyaksikan suatu tindakan orang lain.

Misalnya, jika anda melihat seseorang secara tidak sengaja menghancurkan ibu jarinya dengan palu, anda akan merasakan sensasinya di tubuh anda sendiri.

Baca Juga: KTP Digital Tak Menghapus Penggunaan KTP Elektronik, Dukcapil Kemendagri: Pelayanan Dua Jalur

"Penularan stres dikaitkan dengan kecenderungan menyerap stres, kecemasan, dan ketegangan orang lain—adalah salah satu bentuk kecenderungan manusia ini. Dan semakin anda berempati, semakin rentan anda," kata Dr. Manly.

Gagasan bahwa stres dan kecemasan menular telah diungkapkan dalam penelitian. Misalnya, sebuah studi kecil tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Laporan Ilmiah mengungkapkan bahwa ketika orang menonton pembicara yang gugup berbicara, detak jantung mereka meningkat.

Bagian dari respons adalah melawan atau menghindari situasi yang rentan. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa mereka yang memiliki lebih banyak empati cenderung menyerap stres orang lain lebih cepat. Walaupun tidak harus pada tingkat yang lebih tinggi daripada orang yang kurang empati.

Halaman:

Editor: Mirkas

Sumber: health.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah