Gebrak Kepton Sebut PT Nindya Karya Diduga Menggunakan Maretial Ilegal dalam Proyek KSPN

- 11 Juni 2024, 19:18 WIB
Gebrak Kepton Sebut PT Nindya Karya yang Diduga Menggunakan Maretial Ilegal dalam Proyek KSPN
Gebrak Kepton Sebut PT Nindya Karya yang Diduga Menggunakan Maretial Ilegal dalam Proyek KSPN /Dok. Kendari Kita/Mirkas

KENDARI KITA - Tensi meningkat di depan base camp PT. Nindya Karya di Kelurahan Wanci, Wakatobi, saat Gerakan Barisan Mahasiswa Kepulauan Buton (Gebrak Kepton) menggelar demonstrasi menentang penggunaan material ilegal dalam Proyek Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN).

Koordinator lapangan, Yayan Serah, dengan tegas menyerukan agar perusahaan konstruksi tersebut menghentikan praktik tersebut.

Saya sarankan agar PT. Nindya karya untuk tidak mengambil material ilegal yang ada di kabupaten Wakatobi, " ujar Yayan Serah saat orasi didepan base camp Nindya Karya di Kelurahan Wanci. Selasa 11 Juni 2024.

Baca Juga: Honda Premium Matic Day Gairahkan Local Brand Expo 2024 di Makassar

Demonstrasi ini bukan hanya tentang penggunaan material ilegal, tetapi juga tentang dampak lingkungan yang lebih luas.

PT. Nindya Karya dituduh berkontribusi signifikan terhadap kerusakan lingkungan lokal, dengan permintaan mereka terhadap material dari sumber ilegal.

Gebrak Kepton juga mendesak kepolisian kabupaten Wakatobi untuk segera melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap PT. Nindya Karya.

Baca Juga: Beberapa Komoditas Sembako di Kendari Naik Harga Jelang Idul Adha 1445 H

Sementara itu, upaya untuk mendapatkan tanggapan dari Humas PT. Nindya Karya, Erwin Syawari, melalui WhatsApp, belum membuahkan hasil.

Demonstrasi ini menandai titik kritis dalam konflik antara aktivis lingkungan dan perusahaan-perusahaan yang diduga melanggar norma-norma ekologis dalam operasi mereka.

Halaman:

Editor: Emil Rusmawansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah