Unjuk Rasa di Bombana Berujung Bentrok, Massa Segel Kantor Dinas Pendidikan Tuntut Pemberhentian Kadis

- 11 Juni 2024, 17:54 WIB
Unjuk Rasa di Bombana Berujung Bentrokan, Massa Segel Kantor Dinas Pendidikan, Tuntut Pemberhentian Kadis
Unjuk Rasa di Bombana Berujung Bentrokan, Massa Segel Kantor Dinas Pendidikan, Tuntut Pemberhentian Kadis /Dok. Kendari Kita/Mirkas

KENDARI KITA - Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Lingkar Marhaenis melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Bombana pada Senin, 10 Juni 2024.

Aksi ini berujung bentrokan ketika polisi menghalangi massa yang berusaha masuk ke dalam kantor untuk bertemu dengan Pj Bupati dan Sekda Bombana.

Jenderal Lapangan, Adesaundry, menuntut pembatalan nota tugas terhadap Nurbaya, Guru SD 26 Toari Bombana.

Baca Juga: Kapal Tongkang Nyaris Terbalik, Ore Nikel Tumpah di Perairan Lasolo Konawe Utara

"Bila pak Pj Bupati dan Sekda tidak mau keluar menemui kami, biar kami yang masuk menemui bapak-bapak," teriak Adesaundry dalam orasinya, Senin, 10 Juni 2024.

Massa aksi menduga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana, Andi Muhammad Arsyad, adik calon Bupati Bombana, Andi Nirwana, terlibat dalam politik praktis. Mereka mendesak Pj Bupati untuk memberhentikan Arsyad.

"Kami juga mendesak kepada Pj Bupati Bombana untuk segerah menonjobkan Kadis Pendidikan ini," ungkap salah satu pengunjuk rasa.

Baca Juga: Aktivis 2000 Unhalu Nyatakan Dukungan untuk Jurni sebagai Gubernur Sultra

Setelah berorasi selama hampir 4 jam, Sekda Kabupaten Bombana, Man Arfa, akhirnya keluar menemui massa. Namun, ia enggan menandatangani pernyataan penonaktifan Arsyad.

"Maaf kalau itu saya tidak bisa tandatangan, kalau soal ibu guru Nurbaya, hari ini saya batalkan suratnya dan ibu Nurbaya silahkan memilih sekolah yang dia mau," ucap Sekda Bombana.

Halaman:

Editor: Emil Rusmawansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah