Komnas HAM Kritik Penanganan Kasus Juliansyah Korban Tabrak Lari di Pondidaha, Dugaan Pembunuhan Menguat

- 18 Mei 2024, 19:53 WIB
Komnas HAM Kritik Penanganan Kasus Juliansyah Korban Tabrak Lari di Pondidaha, Dugaan Pembunuhan Menguat
Komnas HAM Kritik Penanganan Kasus Juliansyah Korban Tabrak Lari di Pondidaha, Dugaan Pembunuhan Menguat /Dok. Kendari Kita/Mirkas/

KENDARI KITA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menerbitkan surat terkait kasus tabrak lari di Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa 14 Mei 2024.

Surat tersebut mengkritik keras ketidakprofesionalan penyidik Polres Konawe dalam menangani kasus tabrak lari yang menewaskan Juliansyah (18) pada tahun 2022.

Komnas HAM dalam suratnya menyayangkan penanganan kasus ini oleh Polres Konawe, yang dinilai tidak profesional.

Baca Juga: Astra Motor Sulawesi Selatan Luncurkan Program 'Panen Emas Honda' Dengan Total Hadiah 250 Gram Emas

Bahkan, Komnas HAM mencurigai bahwa kematian Juliansyah yang diduga akibat tabrak lari, sebenarnya merupakan pembunuhan berencana yang dikemas sedemikian rupa.

Surat bernomor 369/PM.00/SP2K/V/2024 tersebut juga menyatakan bahwa Komnas HAM telah menerima informasi dan klarifikasi dari Sekretaris Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Surat itu diserahkan kepada Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Advokat Muda Indonesia (LBH HAMI) Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp7.000, Cek Daftar Harganya Hari Ini 18 Mei 2024

Ketua LBH HAMI Sultra, Andre Darmawan, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga kebenaran terungkap.

"Sudah satu tahun kita tangani perkara Juliansyah, sampai saat ini kebenaran belum terungkap. Saya selalu memohon agar ditunjukkan dan bagaimana kebenaran itu bisa terungkap," ujar Andre pada Sabtu, 18 Mei 2024.

Halaman:

Editor: Emil Rusmawansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah