Pengakuan Mengejutkan di Sidang Korupsi Bandara Busel, Jaksa Dituding Tekan Terdakwa Sebut Arusani Terima Dana

- 17 Mei 2024, 22:23 WIB
Pengakuan Mengejutkan di Sidang Korupsi Bandara Kargo Busel, Jaksa Dituding Tekan Terdakwa Sebut Arusani Terima Dana
Pengakuan Mengejutkan di Sidang Korupsi Bandara Kargo Busel, Jaksa Dituding Tekan Terdakwa Sebut Arusani Terima Dana /Dok. Kendari Kita/Mirkas

KENDARI KITA - Fakta mengejutkan terungkap dalam persidangan kasus dugaan korupsi Studi Kelayakan Bandara Udara Kargo dan Pariwisata Kadatua, Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Direktur PT Tatwa Jaganata, Endang Siwi Handayani, yang menjadi terdakwa, memberikan kesaksian yang berbeda dari berita acara pemeriksaan (BAP) sebelumnya.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kota Kendari, Jumat 17 Mei 2024, mengungkap perbedaan dalam keterangan terdakwa Endang ketika menjadi saksi untuk terdakwa Bupati Busel, La Ode Arusani.

Baca Juga: Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Kesiapan Venue GWK untuk KTT WWF ke-10

Endang mengaku bahwa dalam BAP, ia menyebut dana Rp430 juta diberikan kepada Arusani melalui Ahmad Tede, tenaga lokal yang dipekerjakan oleh PT Tatwa Jaganata. Namun, dalam persidangan, Endang mengungkap bahwa pernyataannya tersebut diberikan di bawah tekanan.

"Disitu ada keterangan Ibu Endang ada senilai Rp430 juta untuk Arusani, melalui Ahmad Tede kan. Itu ditanyakan tadi, kenapa dinyatakan seperti itu, Ibu Endang mengatakan, saat itu dia ditekan, dan diancam semua anggotanya yang masuk tenaga ahli akan ditersangkakan semua," jelas Andre Dermawan, kuasa hukum Direktur PT Tatwa Jaganata, Jumat, 17 Mei 2024.

Andre menjelaskan bahwa perbedaan BAP terjadi karena saat pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton sebagai saksi, kliennya tidak didampingi kuasa hukum.

Baca Juga: Polda NTB Gencar Lakukan Patroli Jelang World Water Forum di Bali

"Bahkan saya tanya tadi (kliennya waktu sidang) kenapa kamu menyebut Arusani, kamu kenal tidak? Dia menjawab saya tidak kenal, nanti saya kenal setelah perkara ini. Bahkan dia sampaikan tadi, disuruh sama Jaksa yang memeriksa pada saat itu, ini fakta persidangan, ada rekamannya," lanjut Andre.

Ia menegaskan bahwa uang Rp430 juta tersebut sebenarnya diberikan kepada Ahmad Tede untuk biaya operasional tim, bukan kepada Arusani.

Halaman:

Editor: Emil Rusmawansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah