Guru Besar UHO, Prof. Barlian Divonis 1 Tahun Penjara Karena Kasus Pencabulan, Kini Mendekam di Rutan Kendari

- 17 Mei 2024, 20:23 WIB
Guru Besar UHO, Prof. Barlian Divonis 1 Tahun Penjara Karena Kasus Pencabulan, Kini Mendekam di Rutan Kendari
Guru Besar UHO, Prof. Barlian Divonis 1 Tahun Penjara Karena Kasus Pencabulan, Kini Mendekam di Rutan Kendari /Dok. Kendari Kita/Mirkas

KENDARI KITA - Prof Dr Barlian, Guru Besar Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, resmi menjalani hukuman penjara setelah dijatuhi vonis satu tahun dalam kasus pencabulan terhadap seorang mahasiswi.

Pada Jumat, 17 Mei 2024, Prof Barlian dibawa ke Rutan Kelas II Kendari, Sulawesi Tenggara, oleh tim intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari dari kediamannya di Perumahan Dosen UHO, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Kasi Intelijen Kejari Kendari, Bustanil Najamuddin Arifin, menjelaskan bahwa eksekusi penjara terhadap Prof Barlian berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1047 K/Pid.Sus/2024, tertanggal 7 Maret 2024.

Baca Juga: Polda NTB Gencar Lakukan Patroli Jelang World Water Forum di Bali

Bustanil mengatakan, Prof Barlian terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana diatur dalam Pasal 6 huruf a dan c Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

"Menjatuhkan Pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama satu tahun denda Rp 50 juta, subsider satu bulan penjara,” kata Bustanil, Jumat, 17 Mei 2024.

Dalam kasus ini, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kendari menuntut Prof Barlian dengan hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan serta denda sebesar Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan.

Baca Juga: Resep Masakan Tempe Orek Basah Pedas Manis, Menu Favorit Keluarga dijamin Rasanya Enak dan Lezat

Namun, hakim Pengadilan Negeri (PN) Kendari menjatuhkan vonis yang lebih ringan, yaitu pidana penjara selama 3 bulan dengan masa percobaan 6 bulan, serta denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Putusan ini kemudian diajukan banding oleh JPU dan Prof Barlian.

Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara akhirnya memperberat hukuman menjadi satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan.

Halaman:

Editor: Emil Rusmawansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah